Monday, October 8, 2007

KEAJAIBAN SEDEKAH

KEAJAIBAN SEDEKAH

“Barangsiapa yang memberi makanan roti pada saudaranya (yang muslim) sehingga membuatnya kenyang, dan memberinya minum air sehingga menyegerkannya, maka Allah menjauhkan kepada orang yang memberi dari siksaan api neraka dengan jarak tujuh parit, setiap parit sekitar tujuh ratus tahun perjalanan. “(HR. An-Nasa’I dan Ai-Hakim).

Ungkapan ini terlontar dari mulut Rasulullah SAW. Sungguh betapa beruntungnya orang-orang yang bersedekah di jalan Allah SWT. Sedekah merupakan amal perbuatan yang dilihat dari sudut pandang manapun, yang terlihat adalah sisi baik dan positif. Baik pihak yang mengeluarkan sedekah, maupun dari pihak orang-orang yang diberi sedekah.

Rasulullah SAW bersabda: “Setiap ruas jari-jari yang ada pada manusia itu bisa memberikan sedekah, kepada setiap hati yang mendapat sinr matahari. Berbuat adil di antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, membantu seseorang menaiki kendaraannya yang akan membawanya pergi atau menaikan barangnya ke atas kendaraan adalah sedekah. Kalimat yang baik adalah sedekah. Setiap langkah yang diayun untuk pergi shalat adalah sedekah. Dan menyingkirkan sesuatu yang mendapat mengganggu dari jalan adalah sedekah.” (HR. Ath-Thabrani).

Alangkah mudahnya para sahabat mengeluarkan sedekah.

Para sahabat adalah orang-orang yang hidup berdampingan dengan Rasulullah SAW secara langsung. Fatwa-fatwa beliau didengarnya secara langsung. Sehingga untuk menuruti himbauan beliau, mereka tidak berpikir dua kali. Kisah kehebatan mereka dalam bersedekahpun sudah sering mampir ditelinga kita. Seperti ceritanya Abu Bakar r.a, yang terkenal sebagai sahabat yang paling Dermawan diantara yang lain. Kesahajaan hidup beliau sudah dipahami oleh sahabat yang lain. Sehingga ditengah-tengah mereka Abu Bakar r.a termasuk orang yang disegani. Bukti Abu Bakar r.a hobi dalam bersedekah adalah ketika suatu saat kaum muslimin sangat membutuhkan dana untuk membiayai perang Tabuk, beliau dengan rela memberikan seluruh harta miliknya tanpa tersisa satupun terkecuali untuk kebutuhan sehari-hari

Rasulullah bersabda:

“Bersedakahlah, sebab sesungguhnya sedekah itu pelepasmu dari api neraka.” (HR. Thabrani).

Jika melihat hadits diatas, sebenarnya bersedakah itu tidaklah harus dengan harta benda, namun mengapa orang-orang merasa sayang mengeluarkan yang dia punya untuk bersedekah? Apakah dengan bersedekah orang kaya bisa menjadi miskin? Apakah dengan bersedakah orang bisa mengalami kebangkutan? Dan dengan bersedekah orang mulia akan menjadi hina?.

Jangan kita Meremehkan Sedekah

Rasulullah Saw bersabda: “Jangan kamu meremhkan sesuatu yang ma’ruf sedikitpun, meskipun hanya dengan memperlihatkan wajah berseri-seri ketika kamu bertemu saudaramu.” (HR. Al-Bukhori dan Muslim).

Pada dasrnya tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak bersedekah. Maksudnya jika ingin bersedekah tidak musti harus dengan harta benda. Karena senyuman adalah sedekah. Ketahuilah ! Setelah kita mati di dalam kubur semua akan dikumpulkan dalam satu tempat, baik yang besar maupun yang kecil, yang banyak makan atau yang jarang makan, yang kaya atau miskin, yang memakai pakaian dari sutra maupun pakaian dari kain kasar. Ditempat itu semua kelihatan sama. Tidak manfaat harta benda yang selama ini dikumpulkan, tidak ada nilainya dan tidak ada yang bisa menolong sama sekali. Hanya amal kitalah yang akan nampak bersinar terang dalam kubur yang begitu gelap tanpa ada satu celah apapun.

Rabi’i Khaisam berkata : Sesungguhnya kita ini seperti orang yang tak berguna, yakni orang-orang lemah yang berdosa. Sambil menunggu kedatangan sang ajal, sementara kita terus memakan rizki yang diberikan oleh Allah.” (Shifat Ash-Shfwat,III/67).

Yang Disedahkan Wanita

Seorang wanita, meskipun tidak diwajibkan mencari nafkah, tetapi tetap dianjurkan untuk bersedekah. Jadi, sedekah tidak hanya untuk kaum laki-laki saja. Dalam hal kebaikan wanita dan laki-laki dipandang sama. Rasulullah Saw bersabda : “Bersedekahlah, wahai kaum wanita, walaupun dari perhiasan kalian.” (HR. Muslim).

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menyamakan nafkah yang dikeluarkan oleh seorang pada jalan-Nya, baik untuk kepentingan jihad atau segala macam bentuk kebajikan yang lain. Allah bahkan melipatgandakan lebih banyak lagi kepada orang yang dikehendaki-Nya, sesuai dengan keimanan, kebaikan, kemanfaatan nilai nafkahnya, ketepatan dan keefektifan dari amal seorang hamba.

Itulah arti sedekah yang sesungguhnya. Memberikan sebagian harta miliknya dengan keikhlasan hati, bagai membuang kotoran yang menumpuk dalam perut. Sehingga begitu keluar legalah segala perasaan kita. Lagi pula harta yang kita miliki tidak akan kekal. Semua akan musnah seiring dengan berlalunya waktu. Kaum muslimin harus ingat dengan firman Allah ini : “Apa yang akan ada disisimu lenyap, dan apa yang ada disisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya kami akan memberikan belasan kepada orang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (QS. An-Nahl : 96).

Dalam firman-Nya yang lain, justru Allah memberikan kabar, sekaligus sebuah janji terhadap orang-orang yang sabar dan mengerjakan amal kebaikan, dengan pahala yang tak pernah disangka manusia dalam hal kebaikan : “Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah kerjakan. (QS. An-Nahl : 97)

Marilah Kita Bersedekah

Maka harus menunggu apa dan siapa lagi untuk merubah hati kita menjadi sedikit lebih dibandingkan hari-hari yang kemarin?. Firman-firman Allah dan Hadits-hadits Rasulullah Saw diatas benar-benar lebih membuka mata batin kita dalam arti yang luas. Jika kita berusaha dan Dia menghendakinya, maka dengan modal keikhlasan hati, kita menjadi orang yang ikhlas mengeluarkan harta di jalan kebaikan, seperti orang-orang yang telah ditunjuk oleh Allah untuk mendermakan sebagian dari yang kita miliki kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

No comments: