“Barangsiapa yang memberi makanan roti pada saudaranya (yang muslim) sehingga membuatnya kenyang, dan memberinya minum air sehingga menyegerkannya, maka Allah menjauhkan kepada orang yang memberi dari siksaan api neraka dengan jarak tujuh parit, setiap parit sekitar tujuh ratus tahun perjalanan. “(HR. An-Nasa’I dan Ai-Hakim).
Alangkah mudahnya para sahabat mengeluarkan sedekah.
“Bersedakahlah, sebab sesungguhnya sedekah itu pelepasmu dari api neraka.” (HR. Thabrani).
Rasulullah Saw bersabda: “Jangan kamu meremhkan sesuatu yang ma’ruf sedikitpun, meskipun hanya dengan memperlihatkan wajah berseri-seri ketika kamu bertemu saudaramu.” (HR. Al-Bukhori dan Muslim).
Pada dasrnya tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak bersedekah. Maksudnya jika ingin bersedekah tidak musti harus dengan harta benda. Karena senyuman adalah sedekah. Ketahuilah ! Setelah kita mati di dalam kubur semua akan dikumpulkan dalam satu tempat, baik yang besar maupun yang kecil, yang banyak makan atau yang jarang makan, yang kaya atau miskin, yang memakai pakaian dari sutra maupun pakaian dari kain kasar. Ditempat itu semua kelihatan sama. Tidak manfaat harta benda yang selama ini dikumpulkan, tidak ada nilainya dan tidak ada yang bisa menolong sama sekali. Hanya amal kitalah yang akan nampak bersinar terang dalam kubur yang begitu gelap tanpa ada satu celah apapun.
Rabi’i Khaisam berkata : Sesungguhnya kita ini seperti orang yang tak berguna, yakni orang-orang lemah yang berdosa. Sambil menunggu kedatangan sang ajal, sementara kita terus memakan rizki yang diberikan oleh Allah.” (Shifat Ash-Shfwat,III/67).
Yang Disedahkan Wanita
Seorang wanita, meskipun tidak diwajibkan mencari nafkah, tetapi tetap dianjurkan untuk bersedekah. Jadi, sedekah tidak hanya untuk kaum laki-laki saja. Dalam hal kebaikan wanita dan laki-laki dipandang sama. Rasulullah Saw bersabda : “Bersedekahlah, wahai kaum wanita, walaupun dari perhiasan kalian.” (HR. Muslim).
Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menyamakan nafkah yang dikeluarkan oleh seorang pada jalan-Nya, baik untuk kepentingan jihad atau segala macam bentuk kebajikan yang lain. Allah bahkan melipatgandakan lebih banyak lagi kepada orang yang dikehendaki-Nya, sesuai dengan keimanan, kebaikan, kemanfaatan nilai nafkahnya, ketepatan dan keefektifan dari amal seorang hamba.
Itulah arti sedekah yang sesungguhnya. Memberikan sebagian harta miliknya dengan keikhlasan hati, bagai membuang kotoran yang menumpuk dalam perut. Sehingga begitu keluar legalah segala perasaan kita. Lagi pula harta yang kita miliki tidak akan kekal. Semua akan musnah seiring dengan berlalunya waktu. Kaum muslimin harus ingat dengan firman Allah ini : “Apa yang akan ada disisimu lenyap, dan apa yang ada disisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya kami akan memberikan belasan kepada orang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (QS. An-Nahl : 96).
Dalam firman-Nya yang lain, justru Allah memberikan kabar, sekaligus sebuah janji terhadap orang-orang yang sabar dan mengerjakan amal kebaikan, dengan pahala yang tak pernah disangka manusia dalam hal kebaikan : “Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah kerjakan. (QS. An-Nahl : 97)
Marilah Kita Bersedekah
Maka harus menunggu apa dan siapa lagi untuk merubah hati kita menjadi sedikit lebih dibandingkan hari-hari yang kemarin?. Firman-firman Allah dan Hadits-hadits Rasulullah Saw diatas benar-benar lebih membuka mata batin kita dalam arti yang luas. Jika kita berusaha dan Dia menghendakinya, maka dengan modal keikhlasan hati, kita menjadi orang yang ikhlas mengeluarkan harta di jalan kebaikan, seperti orang-orang yang telah ditunjuk oleh Allah untuk mendermakan sebagian dari yang kita miliki kepada orang lain yang lebih membutuhkan.
No comments:
Post a Comment